13

Etika dan Nilai (1)

Perlu dipahami belajar Etika memerlukan penalaran yang baik, karena tugasnya adalah menentukan sesuatu itu dikatan baik atau buruk. Tidak bisa digeneralisir untuk memvonis sesuatu. Yang jadi pertanyaannya adalah “standar” dalam menilai itu apa?

Standar yang dimaksud disini bisa diibaratkan kacamata, jika anda menggunakan kacamata berwarna merah, maka anda akan melihat sesuatu serba merah. Melihat tembok putih menjadi warna merah, melihat pohon menjadi warna merah, rumput merah dan dunia dengan segala isinya akan menjadi warna merah. Kenapa menjadi merah. . .  jawabnya karena anda memakai kacamata berwarna merah, lain halnya jika anda memakai kacamata warna biru, tentu semua akan menjadi warna biru..

mungkin ini kenapa banyak orang yang berselisih paham mengenai banyak hal, karena mereka memakai kacamata yang berbeda warna.. demikian sedikit pengantar matakuliah ini,, selanjutnya materi singkat tentang Etika dan Nilai di kampus Akademi Telkom Jakarta

Pengertian

Kata etika berasal dari dua kata Yunani yang hampir sama bunyinya, namun berbeda artinya. Pertama berasal dari kata ethos yang berarti kebiasaan atau adat, sedangkan yang kedua dari kata ethos, yang artinya perasaan batin atau kencenderungan batin yang mendorong manusia dalam perilakunya.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (Departemen P dan K, 1988), etika dijelaskan dengan membedakan tiga arti sebagai berikut.

  1. Ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral (akhlak);
  2. Kumpulan asas atau nilai yang berkenaan dengan akhlak.
  3. Nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan/ masyarakat.

Nilai-nilai etika harus diletakkan sebagai landasan atau dasar pertimbangan dalam setiap tingkah laku manusia termasuk kegiatan di bidang keilmuan.

Nilai” dimaksudkan kondisi atau kualitas suatu benda atau suatu kegiatan yang membuat eksistensinya, pemilikannya, atau upaya mengejarnya menjadi sesuatu yang diinginkan oleh individu-individu masyarakat. Nilai tidak selalu bersifat subjektif, karena ia tetap mengacu pada konteks sosial yang membentuk individu dan yang pada gilirannya dipengaruhi olehnya. Aspek nilai inilah yang menjadikan etika sebagai suatu teori mengenai hubungan antar pribadi dan membedakannya dari nilai-nilai intelektual atau estetis semata-mata. Nilai etis secara logis dapat diwujudkan dalam hubungannya antara manusia dengan sesama manusia.

Fungsi etika

Menurut Bertens, (1994)

  1. Kata etika bisa dipakai dalam arti nilai-nilai dan norma-norma moral yang menjadi pegangan bagi seseorang/suatu kelompok masyarakat dalam mengatur perilakunya.
  2. Etika berarti kumpulan asas atau nilai moral, yang dimaksud disini adalah kode etik;
  3. Etika mempunyai arti lagi: ilmu tentang yang baik atau yang buruk. Etika disini sama artinya dengan filsafat moral.

bidang Etika Sosial

  • —Sikap terhadap sesama
  • —Etika keluarga
  • —Etika profesi
  • —Etika politik
  • —Etika lingkungan
  • —Etika idiologi

jadi etika Profesi merupakan bidang etika khusus atau terapan yang merupakan produk dari etika sosial.

Pendapat Frans Magnis Suseno

Menurut Frans Magnis Suseno (1991 : 70), profesi itu harus dibedakan dalam dua jenis, yaitu profesi pada umumnya dan profesi luhur.

Profesi pada umumnya, paling tidak ada dua prinsip yang wajib ditegakkan, yaitu:

  1. Prinsip agar menjalankan profesinya secara bertanggung jawab; dan
  2. Hormat terhadap hak-hak orang lain.

Pengertian bertanggung jawab ini menyangkut, baik terhadap pekerjaannya maupun hasilnya, dalam arti yang bersangkutan harus menjalankan pekerjaannya dengan sebaik mungkin dengan hasil yang berkualitas. Selain itu, juga dituntut agar dampak pekerjaan yang dilakukan tidak sampai merusak lingkungan hidup, artinya menghormati hak orang lain.

Dalam profesi yang luhur (officium nobile), motivasi utamanya bukan untuk memperoleh nafkah dari pekerjaan yang dilakukannya, di samping itu juga terdapat dua prinsip yang penting, yaitu :

  1. Mendahulukan kepentingan orang yang dibantu; dan
  2. Mengabdi pada tuntutan luhur profesi.

Untuk melaksanakan profesi yang luhur secara baik, dituntut moralitas yang tinggi dari pelakunya. Tiga ciri moralitas yang tinggi adalah:

  1. Berani berbuat dengan bertekad untuk bertindak sesuai dengan tuntutan profesi;
  2. Sadar akan kewajibannya;
  3. Memiliki idealisme yang tinggi.

demikian materi singkat tentang Etika.. bersambung…


-- Download Etika dan Nilai (1) as PDF --


One thought on “Etika dan Nilai (1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *